Skor Hijau, Rahasia Setting Plugin LiteSpeed Cache di WordPress

LiteSpeed Cache adalah plugin cache yang dapat meningkatkan performa kecepatan pada website. Dengan begitu website kita akan memiliki performa yang cepat pada saat diakses. Pada tutorial ini saya akan membahas tentang Rahasia Setting Plugin LiteSpeed Cache di WordPress.

Seperti yang kita ketahui, bahwa performa kecepatan website sangat penting sekali bagi pengunjung website dan Search Engine terutama Google. Selain dari sisi konten yang bermanfaat, saat ini Google juga lebih mengutamakan website yang memiliki performa kecepatan yang baik. Hal ini ditujukan untuk kenyamanan pengguna pada saat mengunjungi website yang diklik dari hasil pencarian.

Berikut ini adalah tutorial lengkap rahasia setting plugin litespeed cache di wordpress agar mendapatkan skor 100 atau minimal Hijau.

Setting Plugin LiteSpeed Cache di WordPress

Jika kita mengunjungi halaman Dashboard pada plugin LiteSpeed Cache, maka kita akan melihat statistik performa pada website kit. Berikut ini adalah screenshot statistik performa website atau blog masgani.com:

 Setting Plugin LiteSpeed Cache di WordPress - LiteSpeed Cache Dashboard
LiteSpeed Cache Dashboard

Pada contoh screenshot di atas, fokus pada Page Load Time dan PageSpeed Score. Di sana terlihat skor sebelum dan sesudah nya terlihat cukup jauh dan lebih baik. Sebelum nya page load time adalah 2.72 detik setelah dioptimasi menggunakan plugin LiteSpeed Cache menjadi lebih cepat yaitu 0.43 detik. Begitupun juga pada skor pagespeed nya.

Baik, langsung saja berikut adalah settingan yang digunakan:

General

General Settings

Pada halaman LiteSpeed Cache General Settings ini adalah pengaturan umum plugin LiteSpeed Cache. Pengaturan yang ada ada pada halaman ini yaitu:

  • Automatically Upgrade: Pengaturan untuk upgrade plugin secara otomatis ketika terdapat versi baru dari plugin LiteSpeed Cache. Default nya pengaturan ini yaitu OFF, Namun jika kita ingin agar plugin tetap ter-update, maka rubah pegnaturannya menjadi ON. Pada website masgani.com, pegnaturan ini yaitu ON.
  • Domain Key: Pengaturan ini yaitu berisi domain key untuk menghubungkan website kita dengan layanan CDN dari QUIC.cloud. Menurut masgani.com, fitur ini adalah fitur yang wajib agar performa semakin baik. Jadi di masgani.com juga menerapkan fitur ini. Namun untuk tutorial cara menghubungkannya dapat teman-teman lihat pada tutorial berikut: Cara Menghubungkan LiteSpeed Cache dengan QUIC.cloud.
  • Guest Mode: Fitur Guest Mode berguna untuk mengaktifkan cache pada setiap halaman website kita kepada pengunjung, baik itu pengunjung baru ataupun pengunjung lama. Sehingga website akan tetap cepat diakses walaupun pengunjung baru yang mengaksesnya. (Rekomendasi: ON)
  • Guest Optimization: Opsi ini memungkinkan pengoptimalan maksimum untuk pengunjung Guest Mode. Ini akan sangat mempengaruhi performa. (Rekomendasi: ON)
  • Server IP: Fitur ini digunakan untuk memasukan alamat IP server yang digunakan pada website. Tujuannya untuk menghindari overhead pencarian DNS dan CDN. Pengaturan ini terkait dengan QUIC.cloud. (Rekomendasi: masukan IP server yang digunakan)
  • Notifications: Aktifkan opsi ini untuk menampilkan berita terbaru secara otomatis, termasuk hotfix, rilis baru, versi beta yang tersedia, dan promosi.

Dari penjelasan setiap pengaturan di atas, berikut ini adalah screenshot pengaturan yang digunakan pada website masgani.com:

LiteSpeed Cache General Settings
LiteSpeed Cache General Settings

Note: pada bagian Server IP silakan disesuaikan dengan IP server yang digunakan.

Tuning

Pada halaman Tuning Settings terdapat dua opsi yaitu:

  • Guest Mode User Agents: Pengaturan ini digunakan untuk memasukan List user agents yang dianggap sebagai Guest. Sehingga saat mereka mengakses halaman website kita, maka website akan ditampilkan dengan sangat cepat. Contohnya user agent Lighthouse, user agent tersebut adalah yang digunakan pada PageSpeed. (Rekomendasi: Biarkan seperti pengaturan bawaan)
  • Guest Mode IPs: Sama seperti pengaturan sebelumnya, bedanya pengaturan ini yaitu digunakan untuk memasukan ip server yang mengakses website kita. (Rekomendasi: Biarkan seperti pengaturan bawaan)

Pada masgani.com pengaturan ini dibiarkan seperti default atau bawaannya. Jadi tidak ada yang perlu dirubah, kecuali jika teman-teman ingin menambahkan user agent lain.

Cache

Setelah melakukan pengaturan pada menu General Settings, selanjutnya yaitu pada menu Cache. Secara default pada halaman pengaturan ini terdapat beberapa tab menu pengaturan, diantaranya yaitu: Cache, TTL, Purge, Exculdes, ESI, Object, Browser dan Advanced.

Namun dalam kondisi tertentu misalnya jika website kita menggunakan plugin Woocommerce, maka akan terdapat satu tambahan pengaturan lagi untuk plugin Woocommerce.

Berikut ini adalah penjelasan untuk setiap tab menu yang ada pada halaman pengaturan cache.

Cache

Pada tab menu ini menampilkan pengaturan untuk mengatifkan cache pada website kita.

  • Enabled Cache: Secara default pengaturan ini sudah ON. Ini digunakan untuk mengaktifkan fungsi cache pada website. Jadi biarkan pengaturan ini tetap ON.
  • Cache Logged-in Users: Pengaturan ini digunakan untuk mengaktifkan cache secara private khususnya untuk user yang sudah login/masuk. Pengaturan ini berguna sekali untuk website yang memiliki banyak user yang mengelola atau untuk website e-commerce. Defaultnya pengaturan ini ON
  • Cache Commenters: Pengaturan ini digunakan untuk mengaktifkan cache pada komentar yang pending. Default pengaturan ini ON
  • Cache REST API: Pengaturan ini digunakan untuk pengaktifkan cache pada REST API di WordPress. Default pengaturan ini ON
  • Cache Login Page: mengaktifkan cache pada halaman Login. Default pengaturan ini ON
  • Cache favicon.ico: mengaktifkan cache pada favicon.ico. Karena favicon akan digunakan pada setiap halaman. Maka akan lebih baik jika dicache. Dengan begitu server tidak perlu menangani request yang tidak diperlukan. Default pengaturan ini ON.
  • Cache PHP Resources: Beberapa tema dan plugin menambahkan sumber daya melalui permintaan PHP. Caching halaman ini dapat meningkatkan kinerja server dengan menghindari panggilan PHP yang tidak perlu. default pengaturan ini ON.
  • Cache Mobile: Mengaktifkan cache terpisah untuk pengunjung yang menggunakan mobile. Sehingga cache akan disajikan sesuai device yang digunakan. (Rekomendasi: ON)

Berikut ini adalah pengaturan yang digunakan pada website masgani.com.

LiteSpeed Cache Settings
LiteSpeed Cache Settings
LiteSpeed Cache Settings
LiteSpeed Cache Settings

TTL

TTL adalah pengaturan yang digunakan berapa lama waktu atau umur cache. Di bawah ini adalah screenshot pengaturan yang digunakan.

LiteSpeed Cache Settings - TTL
LiteSpeed Cache Settings – TTL

Browser Cache

Cache browser menyimpan file statis secara lokal di browser pengguna. Aktifkan pengaturan ini untuk mengurangi permintaan berulang untuk file statis.

LiteSpeed Cache Settings - Browser Cache
LiteSpeed Cache Settings – Browser Cache

Image Optimization

Selain mengaktifkan cache, kita juga perlu mengoptimalkan gambar atau foto yang ditampilkan pada website kita. Ini sangat berpengaruh sekali, terutama pada ukuran gambar yang digunakan. Berikut ini adalah screenshot pengaturan yang digunakan:

LiteSpeed Cache Image Optimization
LiteSpeed Cache Image Optimization
LiteSpeed Cache Image Optimization
LiteSpeed Cache Image Optimization

Note: Pastikan sudah menghubungkan website Anda dengan layanan Quick.cloud agar fitur Image Optimization dapat bekerja.

Page Optimization

Selanjutnya hal yang penting juga yaitu ada bagian pengaturan LiteSpeed Cache Page Optimization. Pada halaman pengaturan ini terdapat beberapa tab menu pengaturan yaitu:

  • CSS Settings: Pengaturan untuk mengoptimalkan CSS, minify css, menggabungkan css agar file yang diload oleh website tidak terlalu besar,
  • JS Settings: Pengaturan ini untuk mengoptimalkan Javascript pada website kita
  • HTML Settings: Pengaturan yang berkaitan dengan HTML yang diload pada website.
  • Media Settings: Pengaturan media yang ditampilkan pada website. Seperti gambar, video, element iframe dan media lainnya. Ini juga berkaitan dengan pengaturan Image Optimization.
  • Media Excludes: Pengaturan ini berguna untuk mengecualikan media dari pengaturan yang sudah disetting sebelumnya pada tab menu Media Settings. Misalnya jika ingin mengecualikan file gambar tertentu agar tidak diload secara lazy load.
  • Localization Settings,
  • Tuning Settings.

CSS Settings

LiteSpeed Cache Page Optimization CSS Settings
LiteSpeed Cache Page Optimization CSS Settings

JS Settings

HTML Settings

  • HTML Minify: ON
  • DNS Prefetch Control: ON
  • Remove Query Strings: ON
  • Load Google Fonts Asynchronously: ON
  • Remove Google Fonts: OFF
  • Remove WordPress Emoji: ON jika tidak membutuhkan emoji di website. Namun jika membutuhkan silakan di set menjadi OFF.
  • Remove Noscript Tags: OFF

Media Settings

  • Lazy Load Images: ON
  • Responsive Placeholder: ON
  • LQIP Cloud Generator: ON
  • LQIP Quality: 4
  • Generate LQIP In Background: ON
  • Lazy Load Iframes: ON
  • Add Missing Sizes: ON
  • Inline Lazy Load Images Library: ON

Localization Settings

  • Gravatar Cache: ON
  • Gravatar Cache Cron: ON

Selesai

Sampai di sini sudah cukup pengaturannya. Untuk beberapa pengaturan yang tidak saya tampilkan berarti masih menggunakan pengaturan default atau bawaan dari plugin ini.

Selamat mencoba 🙂

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.