Cara memindahkan wordpress ke server baru

Cara memindahkan wordpress ke server baru ini mungkin bisa membantu bagi kalian yang sedang mengalami permasalah pada layanan web hosting yang sedang digunakan. Pada saat akan memindahkan, mungkin kalian akan berfikir dan takut kehilangan data-data atau semua konfigurasi pada situs wordpress kita. Jangan khawatirkan hal tersebut, karena disini saya akan memberikan solusinya bagi kalian yang belum begitu paham tentang cara ini. Walaupun sudah banyak yang membuat tutorial ini, saya yakin cara saya ini atau cara saya menyampaikan beda dengan yang lain. Semoga saja bisa lebih mudah dipahami hehe

Baiklah langsung saja, berikut adalah 2 cara memindahkan wordpress ke server baru:

Cara memindahkan WordPress

1. Dengan bantuan plugin

Cara memindahkan wordpress pada langkah ini tidak terlalu sulit, kita hanya perlu sedikit pengaturan pada suatu plugin yang kita gunakan. Untuk plugin nya, saya menyarankan agar menggunakan UpdraftPlus Backup and Restoration. Cara penggunaan dan pengaturanya bisa kalian lihat pada postingan Memanfaatkan Google Drive Untuk Backup WordPress. Pada postingan tersebut saya menggunakan Google Drive sebagai tampat penyimpanan file backupnya. Kalian juga bisa memilih media penyimpanan lainnya untuk melakukan backup.

Setelah selesai melakukan pengaturan pada plugin UpdraftPlus Backup and Restoration. Langkah selanjutnya adalah melakukan backup data-data blog atau website kita dengan cara klik tombol Backup Now.

cara memindahkan wordpress

Tunggu hingga proses backup selesai.

Setelah selesai barulah kita beralih ke server baru atau hosting baru kita. Di hosting kita yang baru, kita hanya perlu melakukan penginstallan WordPress seperti biasanya, bisa secara otomatis melalui Panel hosting kita atau jika kalian ingin secara manual silahkan saja, tidak masalah.

Setelah proses instalasi selesai, langsung saja kita login ke halaman admin wordpress kita dan langsung saja ke bagian halaman Plugin lalu tambahkan dan install plugin UpdraftPlus Backup and Restoration. Jika plugin sudah terinstall, langkah selanjutnya kita perlu mengatur lagi pluginya seperti pada langkah awal tadi, intinya kita mengarahkan pengaturan ke tempat kita menyimpan hasil backup yang sudah kita lakukan tadi.

Ok, anggap saja sudah selesai melakukan pengaturan pada pluginnya, selanjutnya kita tinggal klik tombol Restore. Maka secara otomatis data-data kita yang dulu kembali lagi dan semua pengaturan pada wordpress kita kembali seperti waktu-waktu sebelumnya pada saat di server lama dan semua data-data instalasi wordpress termasuk database yang tadi kita install di server baru akan tergantikan dengan data-data kita yang ada di server kita sebelumnya.

2. Dengan cara manual

Cara ini juga cukup mudah menurut saya, tidak terlalu sulit dan tidak terlalu banyak langkah-langkah yang perlu kita lakukan. Saya sengaja tidak menyertakan gambar-gambar pada langkah ini, karena setiap panel hosting memiliki tampilan dan pengaturan yang berbeda-beda. Tapi intinya sama saja, kalian tinggal menyesuaikannya.

Berikut adalah caranya:

  • Backup database WordPress kita dan semua data-data yang ada pada direktori instalasi WordPress kita. Pastika semua data-data yang kita perlukan sudah sepenuhnya disalin atau dibackup.
  • Download file atau data yang tadi sudah kita backup.
  • Buat database dan user baru pada server atau hosting kita yang baru. Kalau bisa User, Password dan nama database nya disamakan dengan konfigurasi yang ada pada file wp-config.php atau jika kalian ingat user, password dan nama databasenya silahkan saja langsung disesuaikan. Tapi kalau tidak ingat bisa melihat pada file wp-config.php dibagian DB_NAME DB_USER dan DB_PASSWORD.
  • Upload file atau data yang tadi sudah kita backup ke server atau hosting baru kita.
  • Jangan lupa untuk menyesuaikan DB_HOST nya dengan database host server baru kita.
  • Sekarang website atau blog kita sudah bisa diakses kembali dan menggunakan server baru. 🙂

Bagaimana menurut kalian tentang cara memindahkan wordpress ke server baru ini? Pilih cara nomor 1 atau 2?

Kalau saya pribadi lebih memilih cara nomor 2 karena lebih simpel hehe

Kalian boleh memilih cara yang mana saja, karena pilihan adalah hak setiap pribadi masing-masing (sok bijak). 😀

Semoga bermanfaat 🙂

Ada pertanyaan? Silahkan ajukan pertanyaan atau komentar Anda melalui form komentar yang telah disediakan. Terima kasih 🙂

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.