Categories
Info dan Tips

Cara Membuat Sistem Penilai Kinerja Karyawan Yang Efektif

Menjadi suatu kewajiban bagi perusahaan untuk melakukan penilaian kerja yang merupakan aset paling penting dalam suatu perusahaan. Dengan begitu, sudah sangat wajar bila setiap HR memiliki keinginan untuk memiliki karyawan baik dan bersedia memberikan kontribusi positif terhadap perusahaan.

Hanya saja, ada beberapa permasalahan internal yang dapat mengubah performa karyawan. Sebagai contoh jadwal kerja yang terlalu ketat dan monoton dapat membuat karyawan merasa jenuh dan bosan yang dapat membuat karyawan lebih memilih untuk bermain game atau media sosial dibandingkan mengerjakan tugas kantor.

Penggunaan game dan media sosial tidak akan mengganggu pekerjaan bila dilakukan dalam batas wajar. Karyawan yang terlena dengan hiburan-hiburan tersebut tentu akan terdistraksi dari pekerjaan. Hal ini dapat membuat produktivitas karyawan akan menurun sehingga perusahaan dapat rugi. Di bawah ini merupakan beberapa cara yang dapat digunakan untuk menilai pekerjaan karyawan.

Mengukur Produktivitas Karyawan Secara Kuantitatif

Kita dapat mengetahui informasi mengenai banyak produk yang dapat dihasilkan dalam kurun waktu tertentu, atau seberapa cepatnya seorang karyawan dalam menyelesaikan deadline tugas yang diberikan secara tepat waktu, dari penilaian dengan mengukur kuantitas.

1. Feedback 360 Derajat

Feedback yang dimaksud di sini bukan hanya mengenai feedback antara atasan dan bawahan, namun juga melibatkan orang yang bekerja sama dengan karyawan tersebut. Dengan begitu, karyawan dapat mengetahui performa kinerjanya di mata kepala divisi, bawahan, atau teman dalam satu tim. Feedback ini dapat membuat evaluasi kerja karyawan semakin akurat karena tidak hanya pendapat dari satu orang saja.

2. Layanan Yang Diberikan Pada Klien

Hal ini berlaku pada karyawan dalam perusahaan penyedia jasa. Untuk penilaiannya bisa dilihat dari berapa banyak klien yang sudah ditangani dan berapa rata-rata waktu yang dibutuhkan dalam mengatasi keluhan klien hingga berapa banyak barang yang kembali. Dari sinilah kecekatan karyawan dalam menghadapi klien dapat terlihat. Dapat juga dengan meminta feedback dari setiap klien terhadap pelayanan karyawan tersebut.

Baca Juga: 4 Masalah yang sering ditemui saat Performance Appraisal

3. Bagaimana Karyawan Memanfaatkan Waktu Kerjanya

Karyawan yang produktif merupakan seorang karyawan yang bisa memanfaatkan jam kerja semaksimal mungkin dan mencoba mengembangkan kemampuan ketika ada waktu luang. Oleh karena itulah, adanya jam kosong saat karyawan sudah menyelesaikan deadline atau waktu senggang dapat dijadikan potensi untuk mengevaluasi kinerja karyawan.

Apakah karyawan tersebut memanfaatkan jam kosongnya dengan membaca email dari atasan, mengobrol dengan teman, bermain game, bermain sosial media, atau justru sibuk mengembangkan kemampuan dengan belajar berbagai hal baru.

Dengan cara-cara di atas, tingkat produktivitas dari seorang karyawan bisa diketahui dengan baik dan mudah. Bila karyawan sedang mengalami penurunan produktivitas, solusi atas penurunan produktivitas tersebut harus segera ditemukan agar produktivitas semua karyawan dalam perusahaan dapat terus stabil dan meningkat.

Selain itu untuk memaksimalkan penilaian kinerja karyawan yang lebih baik lagi, Anda dapat menggunakan Software Penilaian Kinerja Karyawan dari LinovHR.

LinovHR memiliki salah satu Modul yang akan memudahkan anda dalam mengelola penilaian kinerja karyawan . Melalui Modul Performance Appraisal penilaian kinerja karyawan akan lebih tersistematis dan sehingga akan menghasilkan penilaian yang lebih akurat.

Ada pertanyaan? Silahkan ajukan pertanyaan atau komentar Anda melalui form komentar yang telah disediakan.

2 replies on “Cara Membuat Sistem Penilai Kinerja Karyawan Yang Efektif”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.