2 Jenis Error 500 Yang Sering Terjadi

Error atau kesalahan pada suatu website adalah hal yang sangat umum terjadi saat dalam pengembangan atau saat memindahkan website ke server lain.

Taukah Anda, 2 jenis error yang sering terjadi pada website ini bisa ditebak apa penyebabnya dan bagaimana langkah awal untuk memperbaikinya.

Di bawah ini akan saya jelaskan 2 jenis error 500 yang sering terjadi pada website dan bagaimana cara memperbaikinya.

1. HTTP ERROR 500

Kesalahan HTTP ERROR 500 ini biasanya sering terjadi saat sedang melakukan pengembangan website atau bisa juga pada saat setelah migrasi website ke server lain.

Pada penjelasan di atas, artinya ada 2 contoh kasus untuk error tersebut, yaitu saat pengembangan dan setelah migrasi website.

A. Saat Pengembangan

Jika mengalami error saat pengembangan website, maka kita tidak perlu khawatir apabila menemukan kesalahan http error 500. Karena hal ini adalah hal yang umum terjadi.

Bagaimana cara mengatasinya?

Langakag awal yang perlu di lakukan yaitu dengan cara mengaktifkan display_error. Ini sangat penting sekali, dan akan lebih baik pada saat pengembangan, display error harus selalu diaktifkan. Dengan begitu kita akan tahu di mana dan di baris berapa kesalahan tersebut berasal.

Terkadang saya melihat ada yang sedang mengembangkan website tapi display error nya dimatikan dengan cara menambahkan fungsi error_reporting(0);. Contoh tersebut sangat tidak baik, karena ketika terjadi error, kita tidak bisa tahu detail error nya.

Selain dengan cara menampilkan display error, Anda juga bisa melihatya detail errornya di file error_log. Namun untuk file error_log ini tidak selalu ada, tergantung framework apa yang digunakan dan apakah diaktifkan error_log nya.

Setelah terlihat detail error nya, maka dari situlah Anda bisa melihat dari mana sumber kesalahannya. Selanjutnya tinggal memeriksa dan memperbaikinya.

B. Setelah Migrasi website

Tidak jarang juga setelah melakukan migrasi website ke layanan hosting yang baru akan mengalami error 500.

Error 500 setelah melakukan migrasi ke hosting yang baru ini biasanya dikarenakan versi php yang tidak cocok dengan script website. Karena setiap layanan pasti akan memiliki default versi php yang digunakan.

Namun kembali lagi seperti pada kasus pertama. Anda tetap harus melakukan pengecekan lebih detail dengan cara mengaktifkan display_error atau cek pada file error_log.

Jika benar error yang terjadi disebabkan karena versi php. Maka Anda tinggal merubah versi php nya melalu pengaturan select php version di panel hosting Anda.

2. Internal Server Error

Internal Server Error ini juga ditandai dengan kode 500. Tapi error ini berbeda dengan HTTP ERROR 500.

Internal Server Error umumnya terjadi karena kesalahan pada konfigurasi server seperti misal kesalahan script pada .htaccess jika menggunakan apache atau pada nginx.conf apabila menggunakan NGINX.

Jika mengalami kendala ini, langkah awal yang dapat dilakukan yaitu dengam cara mengembalikan ke konfigurasi sebelumnya atau jika pada file .htaccess, Anda bisa nonaktifkan terlebih dahulu dengam cara merubah nama filenya.

Maka dari itu, untuk konfigurasi pada server, seperti menambahkan kondigurasi pada htaccess, sebelumnya harus dilakukan backup terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari apabila nantinya terjadi error dan sementara dapat dikembalikan seperti defaultnya terlebih dahulu menggunakan file backupnya.

Ada pertanyaan? Silahkan ajukan pertanyaan atau komentar Anda melalui form komentar yang telah disediakan.